Sumber : pixabay. com
Mari kita belajar kehidupan dari sebuah pohon.
Sebuah pohon yang memiliki akar yang kuat akan memberikan kekuatan lebih pada batang dan daunnya. Pondasi sebuah pohon adalah akar. Jika akarnya kuat maka pohon akan tetap tegak berdiri gagah meski diterpa angin yang kencang.
Cahaya fajar membangunkan cinta
Pada hati yang menikmati mimpi
Membuka janji-janji yang belum terpenuhi
Tak pernah lupa munajat sepuluh jari
Menumpahkan mimpi dalam bait lirih
Juga lantunan berkumandang suci
Disaksikan malaikat dari setiap sisi
Sepasang insan telaten mengajarkan kitab
Pada buah hati yang masih suci seperti malaikat
Rindukah kamu pada suasana ini
Atau kisah yang hanya lewat tanpa arti
Entahlah
Kesibukan telah menanamkan tumbuhan lupa
Dipupuk kejayaan silaunya mutiara
Subur dalam hidup tanpa cahaya
Dan berbuah hampa berharap hidayah
@gudesmaa21
Bahan-bahan:
- Kentang
- Ikan teri
- Kacang tanah
- Cabai merah
- Bawang merah
- Bawang putih
- Minyak untuk menggoreng
- Garam secukupnya
- Gula pasir
- Kapur sirih
- Air
Mari Action :
1. Campurkan air dan kapur sirih, larutkan. Air ini digunakan untuk merendam kentang agar kadar air dalam kentang berkurang. Sisihkan.
2. Kupas kentang lalu iris tipis-tipis sebesar korek api. Masukkan irisan kentang ke dalam air kapur sirih yg telah tersedia. Rendam dan diamkan irisan kentang lebih kurang 20 menit.
3. Lalu tiriskan kentang ke dalam wadah jaring-jaring (wadah yg memiliki lubang-lubang kecil untuk meloloskan air yang ditiriskan). Setelah airnya sudah tidak menetes lagi. Goreng pada minyak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Goreng dengan api sedang.
*Jangan menunda kentang yg kering karena permukaan kentang akan menghitam dan rasanya akan berbeda. Sebaiknya langsung goreng kentang setelah meniriskannya.
4. Setelah kentang selesai digoreng, lalu diikuti dengan menggoreng kacang dan ikan teri. Sisihkan.
* Selagi menggoreng kentang, sebaiknya siapkan bumbu agar waktu memasak lebih singkat.
5. Blender cabai, bawang merah dan bawang putih secara bersamaan sampai halus. Jika tidak mempunyai blender, kamu bisa menghaluskannya pakai ulekan.
6. Setelah selesai, tumis bumbu yang telah dihaluskan pada minyak panas. Aduk rata. Jangan lupa tambahkan garam secukupnya. Aduk terus sekitar 5-10 menit agar bumbunya benar-benar masak dan kental.
*Jika bau tumisan sampai menusuk hidung, tambahkan sedikit gula sebagai penawarnya.
7. Setelah bumbu sudah mengental, matikan api kompor. Lalu masukkan kentang, ikan teri dan kacang tanah yang telah digoreng tadi. Aduk kembali sampai bumbu benar-benar tercampur.
8. Setelah merata, tambahkan gula secukupnya sebagai penambah rasa manis. Hidupkan kembali kompor, lalu aduk sambal agar gula pasir yg ditambahkan meleleh sedikit demi sedikit. Aduk sebentar lalu matikan kompor.
* Untuk proses ini hanya sebagai tambahan jika menginginkan rasa sambal pedas manis. Jika tidak, abaikan saja.
9. Angkat, lalu sajikan ke dalam wadah yang telah disediakan.
Selamat mencoba.
Setelah membaca resep diatas kalian pasti heran, mengapa saya tidak memasukkan ukuran dari masing-masing bahan?. Hal ini memang sengaja saya buat seperti itu karena saya sendiri tidak terpaku pada ukuran ketika memasak, jadi saya tidak bisa menjelaskannya. Menurut saya memasak itu tentang perasaan. Kalau hati lagi uring-uringan rasa masakan pun kacau balau, tetapi sebaliknya jika hati kita senang dan ikhlas dalam memasak. Insha Allah hasil masakan kita enak untuk dimakan.
Tetapi saya akan menjelaskan sedikit tentang mengukur bahan-bahan yang akan kita masak. Satu hal yang harus ada adalah feeling, insting. Kita harus bisa mengira-ngira ukurannya. Kalau saya bilang sesuai selera. Dan kita harus tahu kegunaan bahannya juga. Kalau dari bahan diatas, cabai adalah komponen utamanya, berarti ukuran cabai akan lebih banyak daripada bawang merah dan bawang putih. Dan banyaknya cabai sesuaikan dengan kentang, ikan teri dan kacangnya. Agar hasil masakannya enak. Dan seterusnya lakukan perkiraan untuk bahan lainnya. Bila perlu lakukan icip-icip masakan sebelum disajikan.
Karena dari pengalaman saya mengikuti ukuran resep yang saya lihat di mbah google atau buku resep masakan, seringkali hasilnya tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Alhasil, saya akan mengukur sendiri bahan-bahannya.
Resep bukanlah menentukan masakan itu lezat, tetapi mereka yang memasak dengan hatilah menjadikan masakan tersebut lezat dan enak dinikmati.
Berani mencoba???
2 Nopember 2017
@gudesmaa21
Disalah satu daerah di belahan bumi di bawah langit. Hiduplah seorang lelaki yang berprofesi sebagai tukang air. Setiap hari ia membawa dua tempayan yang digendongnya di kedua bahu kiri dan kanannya. Satu tempayan retak dan satunya utuh. Tempayan utuh mampu membawa air yang penuh setelah perjalanan panjang dari mata air hingga rumah majikannya. Sedangkan tempayan yang retak hanya mampu membawa sebagian air saja.



