Hidup tak pernah menjanjikan selalu terang, juga tak pernah mengikat kesedihan. Tetapi hidup tentang roda yang harus dijalani setiap orang. Roda kehidupan yang terus berputar dan berhenti pada tempat yang tepat di lokasi pemberhentian, hidup banyak mengajarkan pengalaman dari kehilangan, perjumpaan, kesenangan bahkan air mata. Namun, meski hidup tak selamanya air mata, mereka yang hanya diuji dengan kesedihan sedikit malah mencaci, mengeluh, bahkan melupakan bahwa hidup pernah memberikannya senyum sumringah.
Semua orang pasti ingin sekali merasakan kebahagiaan selama menjalani hidup di dunia. Karena bahagia membuat semua hal terasa lebih ringan.
Harta atau materi yang banyak tak menjamin orang bisa bahagia. Namun, tak berarti harta itu tidak penting. Maka tetap berjalan sesuai koridor dan tidak berlebihan dalam memuja si harta agar kebahagiaan juga diperoleh.
Ada satu masa ketika tubuh merasakan perasaan yang tidak mengenakkan. Kepala berputar mengelilingi seisi rumah. Hati risau menanti sebuah pencerahan. Kesabaran pun sulit untuk dipertahankan. Ketika mata tak lagi memandang cerah dunia, kaki melangkah tetatih-tatih. Rasa manis, asin, dan pahit melebur menjadi satu rasa yaitu hambar. Begitulah sakit yang menjadi pemutus nikmat sementara.
Esa adalah sifat Tuhan
Australia negeri kangguru
Kala takdir sudah bersuara
Indah atau buruk harus dipikul
Tetap tersenyum meski bergemuruh





